Magazine Emarketing

Mengintip Trend Tinggal di Kamar Kos 2×1 yang Tak Layak Huni dan Sempit

Publié le 24 septembre 2019 par Ir0nik

Berburu kamar kos menjadi satu keharusan, apalagi sebagai seorang mahasiswa atau perantau yang sedang mencari pekerjaan. Yang diutamakan dalam mencari hunian ini adalah murah dan terjangkaunya bayaran per bulan. Kadang, karena sudah tertarik untuk mengambil kamar yang murah, kita melupakan kenyamanan serta kebersihan kamar. Nah, sekarang ada nih hunian yang sedang viral, yaitu kamar kos ukuran 2×1 yang banyak sekali diminati oleh para pemburu kos-kosan. Padahal, ukuran yang sangat kecil tersebut jelas membuat tidak nyaman. Bayangkan saja, dengan ukuran itu, makan, baju, tidur, dan semua peralatan ditumpuk menjadi satu. Sumpek kan pastinya. Jangan bayangkan ada hiasan, wallpaper dinding korea, bingkai foto, untuk menampung yang punya kamar saja sudah susah.

Kamar Ini Dipilih Karena Kerasnya Kehidupan yang Ada di Kota

Mengintip Trend Tinggal di Kamar Kos 2×1 yang Tak Layak Huni dan Sempit

Nah, kamar kos 2×1 ini viral dan banyak dipilih oleh mereka yang hidup dan tinggal di Ibu kota, guys. Bayangkan saja betapa beratnya hidup di kota besar seperti Jakarta. Di sana, semua serba mahal dan tak terkendali, mulai dari harga baju, makanan, hingga hunian yang selangit. Sehingga orang-orang kelas pekerja dengan gaji 3-4 juta hanya bisa tinggal di kamar kecil dan sempit karena murah biaya sewa per bulannya. Selain itu, pemilik kos-kosan juga bisa mendapat untung banyak, karena sedikitnya space untuk satu kamar membuat mereka bisa mendirikan banyak kamar dan panen uang.

Kamar yang Jelas Tak Bisa Dihias Sesuka Hati

Mengintip Trend Tinggal di Kamar Kos 2×1 yang Tak Layak Huni dan Sempit

Selama ini mungkin kamu punya kamar yang nyaman lengkap dengan segala hiasan yang ada di dalamnya. Kalau kamu seorang pecinta drama Korea dan K-Pop sudah barang tentu ada satu dua wallpaper korea yang kamu pasang. Kalau kamu pecinta kartun, pasti ada boneka yang bisa menghiasi kasur dan tempat tidur kamu. Nah, berbeda dengan orang-orang yang tinggal di dalam hunian 2×1 ini. Jangankan untuk menghias kamar, syukur-syukur bisa meluruskan badan dan tidak sumpek dengan suasana yang ada di dalam kamarnya.

Memang Tidak Mampu Menyewa Kamar yang Lebih Mahal

Nah, seperti yang sudah kita bilang di awal, bahwa tren kamar ini banyak terjadi dan digandrungi oleh orang-orang yang tinggal di Ibu Kota. Singkirkan dulu keinginan untuk menghias kamar dengan wallpaper korea atau artis favorit, mereka memang memilih kamar ini karena uang yang diperoleh setiap bulan tak mampu membayar kamar yang lebih mahal. Atau, bagi mahasiswa yang memang nekat tinggal di kamar seperti ini, mereka mungkin datang dari keluarga yang biasa-biasa saja, setiap bulan kiriman suka datang telat, sehingga hunian 2×1 ini menjadi penyelamat dan alternatif paling baik, dibanding tidur di luar karena diusir dan tak mampu bayar kos yang lebih mahal, bukan?

Terbatasnya Lahan yang Ada

Faktor terakhir mengapa hunian 2×1 marak dan viral, tak lain karena memang terbatasnya jumlah lahan yang ada di Jakarta. Sebagai Ibu Kota, Jakarta adalah kota dengan tingkat kepadatan nomor 1 di Indonesia. Kalian sudah tau bukan kalau ada perumahan dan hunian yang letaknya di atas mall yang ada di sana. Hal tersebut tak lain karena sudah tak ada lagi lahan tersisa yang cukup untuk membangun rumah atau kamar yang lebih luas. Sedangkan manusianya terus bertambah dan semakin padat. Membuat kamar super sempit dan kecil berukuran 2×1 adalah salah satu solusinya.

Bagaimana? tinggal di kamar2x1 memang cukup membuat sumpek dan bosan, kan? Selain tak ada hiasan, wallpaper dinding korea atau foto artis idola juga tak bisa dipasang di dinding karena tak akan mempercantik dan malah membuat tambah sumpek. Tapi kembali lagi, tinggal di kamar kos seperti ini membuat kamu hemat dan tidak boros uang.


Retour à La Une de Logo Paperblog

A propos de l’auteur


Ir0nik 81 partages Voir son profil
Voir son blog

l'auteur n'a pas encore renseigné son compte l'auteur n'a pas encore renseigné son compte l'auteur n'a pas encore renseigné son compte